Menurut Kantor Berita ABNA, Presiden terpilih Iran Hujjatul Islam wa Muslimin Sayid Ibrahim Raisi dalam perjalanannya di kota Qom mengadakan pertemuan dengan ulama marja taklid Syiah Ayatullah al-Uzhma Abdullah Jawadi Amuli.
Ayatullah Jawadi Amuli dalam pertemuan tersebut dengan mengacu pada frase dari Nahjul Balaghah, mengatakan ada dua kelompok manusia dalam pandangan Imam Ali as. Ia berkata, "Meskipun Imam mengutuk perilaku dan tindakan orang-orang Kufah, tetapi dalam surat penting untuk Malik Ashtar, Imam Ali as menyebut masyarakat ibarat salat sebagai tiang agama dan memberikan pelayanan pada masyarakat harus dilakukan tanpa pamrih."
Di bagian lain dari penyampaiannya, mengacu pada ayat-ayat dari Alquran, penulis kitab tafsir al-Tasnim tersebut menjelaskan, Alquran menekankan bahwa seseorang tidak boleh berada di bawah beban perdamaian apa pun. Ada beberapa kompromi yang tampak seperti kompromi, tetapi bagian dalamnya justru bergejolak. Oleh karena itu, menurut Alquran, seseorang tidak boleh melanggarnya."
Hujjatul Islam wa Muslimin Sayid Ibrahim Reisi dalam pertemuan tersebut mengucapkan selamat atas datangnya bulan Dzulhijjah dan mengucapkan terima kasih atas peran besar para ulama di berbagai bidang, terutama turut menjamin terselenggaranya pelaksanaan pemilu secara sukses baru-baru ini.
Menyatakan bahwa rakyat mengharapkan perubahan situasi setelah pemilihan umum baru-baru ini, Presiden terpilih menyatakan, "Salah satu syarat untuk mewujudkan kapasitas negara untuk kemajuan dan pembangunan adalah mengesampingkan pandangan pribadi dan faksi. Siapapun dapat berkontribusi dalam turut memberikan kemajuan dan transformasi negara."
Sayid Ibrahim Raisi selama kunjungannya ke kota Qom, mengadakan pertemuan khusus dengan sejumlah ulama marja taklid. Ia menyebut kunjungan tersebut dalam rangka meminta nasehat dari para ulama.